Baik, ini dia cerita pendek bergaya dracin yang Anda minta: **Tangisan yang Menjadi Nafas Kemenangan** Malam itu, salju pertama berjatuhan di Kota Terlarang, menutupi genting-genting emas dengan selimut putih. Di paviliun terpencil, diiringi alunan *guqin* yang lirih, Li Wei duduk seorang diri. Gaun sutra ungunya tampak memudar dalam remang cahaya lilin. Lima tahun lalu, di tempat ini pula, hatinya hancur berkeping-keping. Pangeran Kedua, cinta sejatinya, menikahi adiknya sendiri, Li Mei. Pengkhianatan itu begitu pahit, hingga rasanya lebih mudah mati daripada bernapas. Tapi Li Wei tidak mati. Ia memilih DIAM. Bukan karena lemah, tapi karena ia tahu, ada rahasia besar yang ia genggam erat dalam dadanya. Rahasia yang bisa mengguncang seluruh kerajaan. *Rahasianya adalah, ia mengandung darah Pangeran Kedua.* Kehamilan itu adalah aib besar. Jika sampai terungkap, ia akan dieksekusi. Maka, Li Wei berpura-pura sakit parah, lalu memohon izin untuk mengasingkan diri ke paviliun terpencil. Ia mengganti namanya menjadi Yun Xi, dan membesarkan putranya, Li Xing, jauh dari hiruk pikuk istana. Lima tahun berlalu. Li Xing tumbuh menjadi anak yang cerdas dan pemberani. Ia mewarisi mata Pangeran Kedua dan kecerdasan ibunya. Namun, ada sesuatu yang aneh. Li Xing memiliki kekuatan yang tak wajar. Ia bisa memindahkan benda dengan pikirannya, ia bisa melihat masa depan dalam mimpinya. *Kekuatan yang belum pernah ada dalam sejarah keluarga kerajaan.* Setiap malam, Yun Xi bermimpi buruk. Ia melihat Pangeran Kedua merebut tahta, dan menggunakan kekuatan Li Xing untuk menghancurkan musuh-musuhnya. Mimpi itu begitu nyata, hingga Yun Xi tahu, takdir buruk sedang mendekat. Suatu malam, seorang kasim datang ke paviliunnya. Ia membawa perintah dari Kaisar: Li Xing harus dibawa ke istana. Kaisar dikabarkan sedang mencari penerus yang berbakat. Yun Xi tahu, ini adalah akhir dari segalanya. Ia memeluk Li Xing erat-erat, air matanya mengalir deras. "Nak, ingatlah… jangan pernah menggunakan kekuatanmu untuk kejahatan. *Jadilah orang yang baik, meskipun dunia ini penuh dengan kegelapan.*" Di istana, Li Xing memukau semua orang dengan kecerdasannya. Kaisar sangat menyayanginya, dan mengangkatnya menjadi Pangeran Mahkota. Pangeran Kedua, yang kini menjadi seorang jenderal yang berkuasa, merasa terancam. Ia mulai menyelidiki asal-usul Li Xing. Rahasia Yun Xi terancam terbongkar. Namun, takdir memiliki rencananya sendiri. Suatu hari, Pangeran Kedua merencanakan kudeta. Ia ingin merebut tahta dari Kaisar dan menjadikan dirinya Raja. Namun, Li Xing, dengan kekuatannya, berhasil menggagalkan rencana tersebut. Ia mengungkap semua kejahatan Pangeran Kedua di depan seluruh istana. Pangeran Kedua dijatuhi hukuman mati. Yun Xi menyaksikan semua itu dari jauh. Ia tidak merasa senang, juga tidak merasa sedih. Ia hanya merasa lelah. Lelah menyimpan rahasia, lelah menahan sakit hati. Tapi ia juga merasa lega. Anaknya, Li Xing, telah menjadi penyelamat kerajaan. Balas dendamnya telah terwujud, BUKAN DENGAN KEKERASAN, tapi dengan kebaikan dan kebijaksanaan. Li Xing, sebagai Pangeran Mahkota, berjanji akan memerintah dengan adil dan bijaksana. Ia berjanji akan menciptakan dunia yang lebih baik untuk semua orang. Ia juga berjanji akan menemukan ibunya dan membawanya kembali ke istana. Di akhir cerita, Yun Xi berdiri di depan paviliunnya, menatap langit yang dipenuhi bintang. Ia tersenyum tipis. *Ia telah membayar hutangnya pada dunia, tapi… siapa yang akan membayar hutang dunia padanya?*
You Might Also Like: 199 Manfaat Face Wash Lokal Tanpa Bahan

0 Comments: