Mahkota yang Disembunyikan di Balik Luka Lin Wei, seorang pelukis muda yang hidup di tepi kota modern Shanghai, seringkali terbangun denga...

Ini Baru Cerita! Mahkota Yang Disembunyikan Di Balik Luka Ini Baru Cerita! Mahkota Yang Disembunyikan Di Balik Luka

Ini Baru Cerita! Mahkota Yang Disembunyikan Di Balik Luka

Ini Baru Cerita! Mahkota Yang Disembunyikan Di Balik Luka

Mahkota yang Disembunyikan di Balik Luka

Lin Wei, seorang pelukis muda yang hidup di tepi kota modern Shanghai, seringkali terbangun dengan air mata di pipinya. Mimpi-mimpi aneh menghantuinya; istana megah yang hancur, wajah-wajah yang asing namun terasa dekat, dan yang paling sering, suara tawa dingin yang menikam hatinya.

Ia merasa hidupnya tidak utuh. Seperti ada kepingan memori yang hilang, kunci sebuah kotak rahasia yang entah di mana tersimpan.

Suatu hari, Lin Wei tanpa sengaja menemukan sebuah lukisan kuno di pasar loak. Lukisan itu menggambarkan seorang permaisuri yang anggun, mengenakan mahkota yang sama persis dengan yang dilihatnya dalam mimpi. Di bawah lukisan, terukir sebuah nama: Mei Lan.

Seketika, ingatannya berkelebat. Mei Lan adalah dirinya. Ia adalah permaisuri yang dicintai rakyatnya, namun dikhianati oleh orang terdekatnya – selir kesayangannya, Xiu Ying, yang tergila-gila pada kekuasaan. Xiu Ying meracuninya demi merebut takhta untuk kekasihnya, seorang jenderal serakah.

Dunia Lin Wei serasa runtuh. Pengkhianatan itu begitu pahit, masih terasa hingga kehidupan ini. Ia tahu, dendam bukanlah jawaban. Namun, keadilan harus ditegakkan.

Ia mulai mencari tahu tentang keturunan Xiu Ying. Takdir mempertemukannya dengan Li Jun, seorang pengusaha muda yang ambisius dan tak kenal ampun. Lin Wei melihat bayangan Xiu Ying di dalam dirinya – haus kekuasaan dan tak peduli pada siapa pun.

Lin Wei mendekati Li Jun. Ia menawarkan bantuan, memberikan saran bisnis yang cerdas, dan perlahan-lahan, ia menjadi orang kepercayaannya. Ia menggunakan pengetahuannya tentang pasar dan strategi bisnis, hasil dari pengalaman hidupnya yang lampau, untuk mengarahkan Li Jun menuju kehancuran.

Bukan dengan kekerasan, bukan dengan intrik murahan. Lin Wei hanya memberikan informasi yang sedikit salah, mendorongnya untuk mengambil risiko yang terlalu besar, dan membiarkan keserakahan Li Jun menghancurkannya sendiri.

Li Jun bangkrut. Reputasinya hancur. Ia kehilangan segalanya. Di saat-saat terakhirnya, ia bertemu dengan Lin Wei. Ia menatapnya dengan mata penuh kebencian dan ketakutan.

Lin Wei tersenyum tipis. "Kau tahu," katanya dengan suara lembut, "Kekuasaan itu seperti bunga yang indah, namun durinya bisa melukai siapapun, bahkan pemiliknya sendiri."

Ia berbalik dan melangkah pergi, meninggalkan Li Jun dalam kehancurannya. Balas dendamnya telah usai. Ia tidak merebut apa pun, tidak menyakiti secara fisik. Ia hanya mengubah arah takdir, memastikan bahwa kebusukan tidak akan lagi meracuni dunia ini.

Saat senja mulai merayap, Lin Wei berdiri di tepi sungai Shanghai, memandang pantulan cahaya di air. Sebuah tato bunga plum yang sama dengan milik Mei Lan muncul di pergelangan tangannya, memudar perlahan.

"Kita akan bertemu lagi, di bawah pohon plum yang berbunga, Xiu Ying!..."

You Might Also Like: Agen Skincare Fleksibel Kerja Dari

0 Comments: