Baiklah, ini dia kisah dracin berjudul 'Dendam yang Kutulis di Udara Malam', ditulis dalam bahasa Indonesia, berlatar istana yang p...

Cerpen Keren: Dendam Yang Kutulis Di Udara Malam Cerpen Keren: Dendam Yang Kutulis Di Udara Malam

Cerpen Keren: Dendam Yang Kutulis Di Udara Malam

Cerpen Keren: Dendam Yang Kutulis Di Udara Malam

Baiklah, ini dia kisah dracin berjudul 'Dendam yang Kutulis di Udara Malam', ditulis dalam bahasa Indonesia, berlatar istana yang penuh intrik dan rahasia: **Dendam yang Kutulis di Udara Malam** Aula emas istana berkilauan di bawah sorot ribuan lilin. Setiap pantulan cahaya seolah menyembunyikan rahasia yang terpendam di balik pilar-pilar marmer dan lukisan-lukisan megah. Udara terasa berat, bukan hanya karena aroma dupa dan bunga, tetapi juga karena tatapan tajam para pejabat kerajaan. Di balik tirai sutra berwarna merah darah, bisikan pengkhianatan mengalir seperti racun, mencari celah untuk meracuni hati dan pikiran. Di tengah pusaran intrik ini, berdiri Jenderal Zhao Yunlan, pria dengan ketampanan memukau dan kecerdasan setajam pedang. Sorot matanya penuh perhitungan, setiap gerakannya mencerminkan kekuasaan yang ia genggam erat. Di sampingnya, berdiri Permaisuri Lian, wanita dengan kecantikan abadi dan keanggunan yang memukau. Namun, di balik senyum manisnya, tersembunyi luka yang mendalam. Cinta mereka adalah tarian berbahaya, sebuah **PERMAINAN** takhta di mana setiap janji bisa menjadi pedang. Zhao Yunlan mencintai Lian, atau begitulah yang ia tunjukkan. Ia rela melakukan apapun untuk melindunginya, bahkan membunuh demi kekuasaannya. Namun, Lian tak pernah lupa, ia menyaksikan dengan mata kepala sendiri bagaimana Zhao Yunlan mengkhianati keluarganya demi naik ke puncak. Ia melihat Zhao Yunlan MEMBUNUH ayahnya sendiri. "Yunlan," bisik Lian di suatu malam yang sunyi, di balkon istana yang menghadap langit bertabur bintang. "Apakah kau benar-benar mencintaiku?" Zhao Yunlan menggenggam tangannya erat. "Lian, cintaku padamu adalah segalanya. Aku akan memberikan seluruh dunia ini padamu." Bohong. Itu semua *kebohongan*. Bertahun-tahun berlalu dalam sandiwara yang rumit. Lian memainkan perannya sebagai permaisuri yang patuh, sementara Zhao Yunlan terus memantapkan kekuasaannya. Namun, di dalam hatinya, Lian merajut benang-benang *dendam*, merencanakan pembalasan yang akan mengubah segalanya. Ia mempelajari setiap kelemahan Zhao Yunlan, setiap aliansi yang rapuh, setiap rahasia yang ia sembunyikan. Malam itu, saat Zhao Yunlan tertidur lelap, Lian bangkit. Ia mengenakan gaun sutra berwarna hitam, melambangkan duka dan kemarahan yang membara di dalam dadanya. Ia berjalan menuju meja rias, mengambil sebuah botol kecil berisi racun yang ia racik sendiri selama bertahun-tahun. Dengan senyum dingin yang belum pernah terlihat sebelumnya, Lian menuangkan racun itu ke dalam cawan anggur favorit Zhao Yunlan. Ia kemudian membangunkan Zhao Yunlan. "Yunlan, aku membawakanmu anggur," ucapnya lembut, seolah tak terjadi apa-apa. Zhao Yunlan tersenyum, menerima cawan anggur itu tanpa curiga. Ia meneguknya hingga habis. Beberapa saat kemudian, ia merasakan sakit yang membakar di dalam tubuhnya. Ia menatap Lian dengan mata terbelalak, tak percaya. "Lian... kenapa?" bisiknya lemah. Lian mendekat, membungkuk di dekat telinganya, dan berbisik dengan suara yang menusuk tulang. "Ini adalah *dendam* yang kutulis di udara malam, Yunlan. Kau membunuh keluargaku, dan sekarang... giliranmu." Zhao Yunlan roboh ke lantai, meregang nyawa di hadapan wanita yang ia cintai, wanita yang ia khianati. Lian berdiri tegak, memandang mayatnya tanpa sedikit pun rasa iba. Balas dendamnya telah terbayar. Lalu, dengan anggun ia berjalan menuju singgasana, mendudukinya, dan memerintahkan para pengawal untuk mengumumkan kematian Zhao Yunlan karena penyakit misterius. Tatapannya sedingin es. Sejarah baru saja menulis ulang dirinya sendiri...
You Might Also Like: 76 Kelebihan Skincare Lokal Dengan

0 Comments: