## Cinta yang Membusuk Dalam Ingatan Hujan gerimis membasahi Kota Terlarang yang sepi. Mei Lan, seorang penulis novel muda yang baru pindah ke Beijing, merasakan debaran aneh setiap kali melewati gerbang meridian. Ada sesuatu yang *teramat* familiar, namun sekaligus asing, menusuk kalbunya. Di kehidupannya yang sekarang, Mei Lan hanyalah seorang gadis biasa. Tapi mimpi-mimpi aneh mulai menghantuinya. Mimpi tentang istana megah, sutra merah menyala, dan seorang kaisar muda berwajah tampan bernama Lang. Dalam mimpi itu, ia adalah permaisuri kesayangan, Ratu Xue. Suatu malam, saat mengunjungi pameran kaligrafi kuno, matanya terpaku pada sebuah lukisan. Lukisan seorang permaisuri anggun dengan tatapan sendu. Di bawahnya tertulis, "Permaisuri Xue, pengkhianatan terukir di hati, racun merenggut nyawa." Jantung Mei Lan berdegup kencang. ***Racun?!*** Mimpi-mimpi itu semakin jelas. Ia melihat dirinya, Xue, mempersembahkan teh kepada kaisar Lang. Ia melihat senyum sinis selir Hua, wanita yang diam-diam mencintai Lang dan iri pada Xue. Selir Hua yang *memberi* teh itu padanya. Ingatan itu seperti pecahan kaca yang perlahan menyusun diri. Xue mati karena racun yang diberikan Selir Hua. Kaisar Lang, yang terbutakan oleh pesona Selir Hua, tak menyadari pengkhianatan itu. Ia menganggap Xue sakit biasa, meratapi kepergiannya dengan air mata buaya. Di kehidupan ini, Mei Lan bertemu dengan seorang pria bernama Lang. Seorang pengusaha muda sukses, namun tatapannya menyimpan kesedihan yang sama seperti kaisar dalam mimpinya. Tanpa sadar, Mei Lan tertarik padanya. Lang pun demikian. Suatu hari, Lang mengajak Mei Lan makan malam di sebuah restoran mewah. Di sana, ia bertemu dengan Hua, seorang sosialita cantik dan berpengaruh. Hua menatap Mei Lan dengan tatapan *tajam*. Mei Lan merasakan déjà vu yang mengerikan. Malam itu, Mei Lan mengerti. Reinkarnasi telah membawanya kembali ke lingkaran yang sama. Lang, kaisar yang dulu dicintainya, dan Hua, selir yang telah meracuninya. Dendam? Tidak. Mei Lan tak menginginkan darah. Ia hanya ingin keadilan. Dengan tenang, Mei Lan memutuskan hubungannya dengan Lang. Ia menolak cintanya, mengatakan bahwa mereka tidak ditakdirkan bersama. Ia melihat raut kebingungan di wajah Lang, dan seringai tipis di wajah Hua. Kemenangan kecil. Kemenangan yang pahit. Mei Lan menggunakan bakat menulisnya untuk mengungkap kebusukan di balik kekayaan Hua. Ia membongkar skandal bisnis kotor yang melibatkan keluarga Hua, menghancurkan reputasi dan kekayaan mereka. Balas dendam yang halus, namun mematikan. Di akhir cerita, Mei Lan berdiri di tepi Danau Houhai, menatap pantulan bulan. Ia membiarkan angin menerpa wajahnya, membawa bisikan masa lalu. Ia bebas. Lang kehilangan segalanya, termasuk cinta dan kepercayaan. Hua kehilangan reputasi dan kekuasaan. Dulu, ia diracun. Sekarang, ia meracuni takdir mereka. "Seribu tahun lagi, kita akan bertemu lagi, dan aku akan mengingat *segalanya*."
You Might Also Like: Drama Baru Aku Mencintaimu Sampai Akhir

0 Comments: