Aula Emas Istana Terlarang berkilauan di bawah sorot lilin-lilin raksasa. Aroma dupa cendana bercampur dengan bau keringat ketakutan. Kaisa...

Cerpen: Bayangan Yang Terlahir Dari Rasa Sakit Cerpen: Bayangan Yang Terlahir Dari Rasa Sakit

Cerpen: Bayangan Yang Terlahir Dari Rasa Sakit

Cerpen: Bayangan Yang Terlahir Dari Rasa Sakit

Aula Emas Istana Terlarang berkilauan di bawah sorot lilin-lilin raksasa. Aroma dupa cendana bercampur dengan bau keringat ketakutan. Kaisar Hongwei, wajahnya sedingin batu giok, duduk di singgasananya. Di sisinya, berdiri Permaisuri Lian, anggun bagai lukisan, namun matanya memancarkan PERHITUNGAN.

"Kepada yang mulia Kaisar, laporan mengenai pemberontakan di provinsi selatan," seorang kasim berbisik, suaranya gemetar.

Kaisar mendengus. "Tangani. Lian, berikan saranmu."

Permaisuri Lian tersenyum tipis. Di balik senyum itu, tersembunyi kekuatan yang bahkan mampu membuat Kaisar gentar. Hubungan mereka adalah labirin: cinta yang terjalin dengan ambisi, janji yang ternodai oleh kepentingan takhta. Kaisar mencintai Lian, tapi ia lebih mencintai KEKUASAAN. Lian mencintai Kaisar, tapi ia lebih mencintai KEADILAN.

Di balik tirai sutra berwarna merah darah, seorang sosok mengamati. Putri Meilin, adik tiri Kaisar, dianggap lemah dan naif. Ia selalu hidup dalam bayangan Permaisuri Lian, dikucilkan karena ibunya berasal dari kasta rendah. Namun, di balik tatapan polosnya, bara api dendam membara. Ia melihat bagaimana Permaisuri Lian, yang dulu adalah sahabatnya, perlahan-lahan direnggut kekuasaan hingga menjadi sosok yang begitu kejam. Ia melihat bagaimana Kaisar memanfaatkan cinta Lian, mengkhianati janji-janji sucinya.

Lian telah berjanji untuk melindungi Meilin. Namun, janji itu kini menjadi lelucon pahit. Setiap pujian yang dilontarkan Kaisar padanya, setiap tatapan mesra yang diberikan, adalah sebuah PEDANG yang menusuk jantung Meilin.

Suatu malam, Meilin menyelinap ke ruang rahasia istana, tempat tersimpan catatan-catatan kuno dan rencana-rencana strategis. Ia menemukan kebenaran: Kaisar merencanakan untuk menyingkirkan Lian setelah pemberontakan di selatan berhasil dipadamkan. Lian dianggap terlalu kuat, terlalu berpengaruh.

Keputusasaan melahirkan keberanian. Meilin tahu ia harus bertindak. Ia mendekati jenderal yang paling setia pada Lian, berbisik tentang pengkhianatan Kaisar. Ia menyusun rencana yang berani, sebuah rencana yang mempertaruhkan segalanya.

Malam eksekusi pemberontak tiba. Kaisar duduk di singgasananya, puas. Permaisuri Lian berdiri di sampingnya, wajahnya tanpa ekspresi. Di saat yang tepat, Meilin memberikan isyarat. Para pengawal yang setia pada Lian bergerak cepat, mengepung Kaisar.

Kaisar TERKEJUT. "Apa ini? Pengkhianatan? Lian, apa kau tahu tentang ini?!"

Lian hanya tersenyum dingin. "Kaisar yang terhormat, Anda telah meremehkan kekuatan cinta seorang wanita. Dan Anda telah MENGKHIANATI cinta itu."

Meilin melangkah maju. "Kaisar, Anda salah. Ini bukan pengkhianatan. Ini adalah KEADILAN."

Kaisar Hongwei, penguasa yang kejam dan licik, akhirnya jatuh di bawah kaki wanita yang selama ini dianggap lemah. Meilin menatapnya dengan mata yang kini dipenuhi kebencian. Dia menyuruh pengawal untuk menyeretnya ke penjara bawah tanah yang paling gelap.

Permaisuri Lian memandang Meilin, ada rasa haru dan hormat di matanya. "Kau telah melakukan apa yang seharusnya aku lakukan dari dulu."

Meilin membalas tatapannya. Senyum tipis tersungging di bibirnya. "Kau telah mengajariku bahwa cinta dan kekuasaan adalah permainan yang mematikan, dan kadang kala... pengorbanan adalah satu-satunya jalan keluar."

Setelah beberapa hari, tersiar kabar bahwa Kaisar Hongwei meninggal di penjara akibat penyakit misterius. Permaisuri Lian mengumumkan bahwa ia akan turun tahta dan menyerahkan kekuasaan kepada Putri Meilin. Meilin naik ke singgasana, mengenakan jubah kebesaran Kaisar. Namun, di balik jubah itu, ia menyembunyikan racun paling mematikan.

Di malam penobatan, Meilin menuangkan anggur ke dalam cawan emas. Dia meminumnya perlahan, menatap pantulan dirinya di permukaannya. Kemudian, dengan suara yang dingin dan menusuk, dia memerintahkan pengawal untuk menggeledah seluruh istana dan menangkap semua yang terlibat dalam pengkhianatan Kaisar Hongwei, termasuk... PERMAISURI LIAN.

Bayangan yang terlahir dari rasa sakit, kini berkuasa di istana. Dan pertanyaannya, apakah keadilan benar-benar telah ditegakkan, atau justru tirani baru saja dimulai, masih menggantung di udara seperti kabut.

You Might Also Like: 0895403292432 Skincare Alami Untuk

0 Comments: