Aku Menjadi File Hilang Yang Masih Bisa Ia Rasakan Malam itu, salju turun tanpa ampun, menutupi Kota Terlarang dengan selimut putih kemati...

Harus Baca! Aku Menjadi File Hilang Yang Masih Bisa Ia Rasakan Harus Baca! Aku Menjadi File Hilang Yang Masih Bisa Ia Rasakan

Harus Baca! Aku Menjadi File Hilang Yang Masih Bisa Ia Rasakan

Harus Baca! Aku Menjadi File Hilang Yang Masih Bisa Ia Rasakan

Aku Menjadi File Hilang Yang Masih Bisa Ia Rasakan

Malam itu, salju turun tanpa ampun, menutupi Kota Terlarang dengan selimut putih kematian. Darah merah pekat menodai keperawanan salju, mengalir dari tubuh seorang pria yang bersimpuh di depan kuil leluhur. Pria itu, Kaisar Li Wei, menggenggam liontin giok berbentuk naga, matanya kosong, menerawang ke masa lalu yang kelam.

Dulu, aku adalah Lan Mei, selirnya yang paling dicintainya. Dulu, tawanya adalah melodi yang menenangkan hatiku. Dulu, janjinya adalah bintang penuntun dalam kegelapan. Dulu.

Tapi waktu mengubah segalanya. Ambisi kotor istana mencemari cinta kami. Fitnah merajalela, meracuni telinganya dengan kebohongan. Aku dituduh berkhianat, difitnah bekerja sama dengan musuh. Tanpa ampun, dia menjatuhkan hukuman mati.

Aku mati di malam bersalju seperti ini, di depan kuil yang sama, dengan liontin naga di tanganku. Janjinya, yang terucap di atas abu dupa pengantin, menguap bersama asap neraka.

Namun, rupanya kematian bukanlah akhir. Jiwaku terperangkap. Aku menjadi file hilang, memori yang dia coba kubur dalam-dalam. Tapi aku ada di sana, di setiap sudut istana, dalam setiap bisikan angin, dalam setiap tetesan anggur yang dia teguk. Aku menjadi bayangan yang selalu mengikutinya, hantu yang menghantuinya.

Bertahun-tahun berlalu. Li Wei menjadi kaisar yang ditakuti, kekuasaannya tak tertandingi. Namun, di balik wajah angkuh itu, ada kehampaan yang menganga. Dia mencoba mengisi kekosongan itu dengan selir baru, dengan perang, dengan intrik. Tapi sia-sia. Aku tetap di sana, file hilang yang tak bisa dihapus.

Suatu malam, dia menemukan diari lamaku yang tersimpan rapi di dalam kotak tersembunyi. Dia membacanya, air mata jatuh membasahi lembaran usang. Dia akhirnya tahu kebenaran. Dia tahu bahwa aku tidak bersalah. Dia tahu bahwa dia telah membunuh cinta sejatinya.

Penyesalan mencabik-cabik hatinya. Dia berusaha meminta maaf, tapi suara penyesalannya hanya bergema di antara pilar-pilar istana yang sunyi. Sudah terlambat. TERLALU TERLAMBAT!

Malam itu, dia minum racun. Racun yang aku buat dengan tangan sendiri, racun yang dia gunakan untuk mengeksekusi para pengkhianat. Dia meminumnya dengan tenang, menatap liontin naga yang dipegangnya erat-erat.

Kematiannya tidak membawaku kedamaian. Tapi ada kepuasan dingin yang merayap di hatiku. Balas dendam yang manis, yang telah aku rencanakan selama bertahun-tahun. Balas dendam dari hati yang terlalu lama menunggu.

Dia mati sendirian, di depan kuil leluhur, di tengah salju yang sunyi. Matanya memandang langit kelabu, seolah mencari pengampunan yang tak mungkin didapat.

Saat tubuhnya ambruk, aku berbisik di telinganya, "Kau akan merasakan sakitnya kehilangan selama sisa keabadianmu... dalam mimpi."

You Might Also Like: 0895403292432 Agen Kosmetik Bisnis

0 Comments: