Baiklah, ini dia cerita pendek bergaya Dracin yang kamu minta: **Aku Tahu Cinta Ini Terkutuk, Tapi Tak Ada Kutukan yang Lebih Indah** Alunan...

Cerpen: Aku Tahu Cinta Ini Terkutuk, Tapi Tak Ada Kutukan Yang Lebih Indah Cerpen: Aku Tahu Cinta Ini Terkutuk, Tapi Tak Ada Kutukan Yang Lebih Indah

Cerpen: Aku Tahu Cinta Ini Terkutuk, Tapi Tak Ada Kutukan Yang Lebih Indah

Cerpen: Aku Tahu Cinta Ini Terkutuk, Tapi Tak Ada Kutukan Yang Lebih Indah

Baiklah, ini dia cerita pendek bergaya Dracin yang kamu minta: **Aku Tahu Cinta Ini Terkutuk, Tapi Tak Ada Kutukan yang Lebih Indah** Alunan *guqin* melayang di antara keheningan malam, serupa isak tangis yang tertahan. Di beranda paviliun, aku berdiri memandang danau yang berkilauan di bawah rembulan. Danau itu saksi bisu. Saksi bisu cintaku... dan pengkhianatan yang menikam jantungku. Dulu, suara tawa renyah menggema di tempat ini. Dulu, tatapan penuh cinta dari *matanya* menghangatkan jiwaku. Dulu, aku percaya bahwa *selamanya* itu nyata. Dulu... Tapi sekarang, hanya ada **kepingan** yang berserakan. Dia, Li Wei, pewaris tunggal keluarga Li yang terpandang, telah memilih wanita lain. Seorang putri dari kerajaan tetangga, yang pernikahannya akan memperkuat aliansi politik yang krusial. Aku? Hanya seorang anak perempuan dari keluarga pedagang yang rendah hati. Cinta memang buta, tapi politik lebih buta lagi. Aku tidak menjerit. Aku tidak mengutuk. Aku hanya diam. Bukan karena aku lemah, tapi karena rahasia yang kubawa jauh lebih *berbahaya* daripada amarahku. Aku tahu, sejak awal, cinta ini terlarang. Keluarga Li dan keluargaku terikat sumpah darah yang tidak bisa dipatahkan. Sumpah yang melarang pernikahan di antara keturunan kami. Kami melanggar, dan kutukan menanti. Awalnya, aku pikir kutukan itu adalah sakit hati ini. Tapi kemudian, hal-hal aneh mulai terjadi. Tanaman di kebun keluarga Li layu tanpa sebab. Keberuntungan keluarga Li mulai memudar. Dan Li Wei… dia semakin sering sakit. Aku tahu apa yang terjadi. Aku adalah *simpul* dari kutukan itu. Selama aku masih hidup, Li Wei dan keluarganya akan terus menderita. Tapi aku juga tahu, bahwa aku *tidak bisa* mengakhiri hidupku. Karena rahasia yang kubawa... rahasia tentang *kehamilan*ku... akan ikut terkubur bersamaku. Aku mengamati dari kejauhan, seperti bayangan yang tak terlihat. Aku melihat Li Wei menikah, wajahnya pucat dan kosong. Aku melihat keluarga Li berjuang, kekuatan mereka terkikis sedikit demi sedikit. Aku melihat... dan aku menunggu. Balas dendamku bukan pedang atau racun. Balas dendamku adalah *waktu*. Waktu yang akan mengungkap kebenaran, dan waktu yang akan menghancurkan mereka dengan cara yang paling menyakitkan. Bertahun-tahun kemudian, aku mendengar kabar itu. Li Wei meninggal, meninggalkan seorang putra yang lemah dan sakit-sakitan. Keluarga Li runtuh, aliansi politik hancur berantakan. Kutukan itu akhirnya menunaikan tugasnya. Aku tersenyum tipis. **TAKDIR** memang kejam, tapi terkadang... *adil*. Dan di kejauhan, anakku – pewaris garis keturunan Li yang tersembunyi, yang kubesarkan dengan nama belakangku – berdiri tegak, menatap masa depannya dengan mata yang *sama* seperti mata ayahnya. Dia tidak tahu kebenaran. Dia tidak tahu bahwa ia adalah *kunci* dari semua ini. *Mungkin, lebih baik jika dia tidak pernah tahu.*
You Might Also Like: Kisah Populer Aku Membeli Restoran

0 Comments: